
3:30 AM
Jangan tanya mengapa aku tiba-tiba saja terbangun dari tidurku…
Dan jangan tanya pula mengapa aku ingin menulis di tengah pagi buta ini…
Aku tak tahu jawabannya…
Menjadi orang terbuka dan peduli itu sulit…
Apalagi bagi aku yang self-centered, cuek, dingin, dan ‘autis’ semenjak kelas 2 smu. Aku orang yang terlalu pandai menyimpan perasaan dan emosi, sehingga dengan gampangnya memasang topeng es, memasang mimik wajah datar, seakan-akan tidak pernah merasa kan apapun, memasang jarak dengan orang lain, dan tidak pernah ambil peduli dengan urusan orang lain, asyik dengan dunianya sendiri. Kau tahu akhir dari semua ini, hanya kesepian dan kehampaan jiwa…
Menjadi orang bijaksana dan rendah hati itu sulit…
Apalagi bagi aku yang selalu terjebak dalam ego yang tinggi, perasaan selalu benar, dan idealisme diri yang ‘aneh’…
Mencintai seseorang itu sulit…
Apalagi bagi aku yang pernah membuang rasa ini jauh-jauh, berusaha untuk tidak pernah ambil peduli dengan rasa ini, dan setiap rasa ini muncul aku berusaha membunuhnya. Kau tahu mengapa aku begini? Mungkin aku masih membawa luka masa lalu, suatu ketakutan untuk menyakiti orang yang kita cintai. Sehingga setiap rasa ini muncul bagi seseorang, aku pasti menjaga jarak dari orang tersebut, terlalu takut untuk melukai nya nanti. Kau tahu akhir dari ini semua? Hanya perasaan terluka yang semakin dalam dan semakin membekas di hati karena perasaan cinta itu tak pernah tersampaikan…
Menjadi orang percaya itu sulit…
Terlebih bagi aku yang selalu mempertanyakan dan meragukan segala sesuatu, orang yang tidak pernah mempercayai sebuah ‘konsep’, sebelum membukti kan ‘konsep’ tersebut benar…
Kau tahu mengapa aku seperti itu?
Mungkin aku hanya lari dan menghindar dari semua yang pernah ku lihat dan alami…
Nobody knows the troubles I see, nobody knows my Sorrow…
Hei, tapi aku berusaha berubah…
Kau tahu, akhir-akhir ini aku merasa seperti di persiapkan untuk sesuatu di masa depan…
Pertanyaan-pertanyaan masa lalu yang selalu menghantui kemana pun aku pergi di masa ini, satu-satu secara aneh terjawab, meskipun jawabannya tidak seperti yang ku harapkan, tapi aku bisa menerimanya..
Aku merasa seperti besi yang sedang di tempa….
Dan aku tak tahu akan terbentuk seperti apa aku nanti…
Yang ku lakukan hanya percaya semuanya berakhir bahagia…