Feeds:
Tulisan
Komentar

menanti bintang jatuh…

menanti bintang jatuh...

Aku duduk mendekap kedua lutut ku sambil menatap gelapnya langit malam.
Mencari-cari tapi tidak ku temukan juga.
Kemanakah kau bintang jatuh…?

Aku menanti mu malam ini.
Berharap kau ada malam ini.
Mungkin aku bisa memohon satu harapan sebelum terlelap.
Harapan yang dulu pernah ku buang jauh.
Satu harapan yang tak pernah terungkapkan.

Aku ingin memejamkan mata dan berdoa dalam hati.
Berharap kau mengabulkan harapan ku ini.
Saat sinar terang mu melintasi gelapnya langit malam.
Sinar yang memberikan ku secercah harapan lagi.

Sitting, Waiting, Wishing…..

Kemanakah kau bintang jatuh…?

alasan…

alasan untuk tetap bertahan...

Setiap hal yang ada di dunia ini disebab kan oleh suatu alasan…
Aku dan kamu ada di karena kan suatu alasan…
Pernah kamu mempertanyakan alasan kenapa kamu di lahirkan di dunia ini?
Aku pernah…
Aku pernah mencari jawaban atas pertanyaan itu seorang diri…
Memasuki banyak sisi dunia hanya untuk mencari jawabannya..
Hingga aku tersesat dan tak tahu harus melangkah kemana lagi…
Aku akhirnya diam di satu tempat…
Dalam kegelapan dan kesendirian…

Tuhan tidak bermain dengan sebuah dadu – Albert Einstein

Kamu tahu arti kalimat diatas?
Kamu pasti tahu…

Dan sekarang apakah aku masih bertanya-tanya?
Jawabannya adalah “ya, aku masih bertanya”…
Dan sampai sekarang pun aku belum mengerti kenapa aku ada di dunia ini…

There’s a reason to stand
There’s a reason to shout, to shout Your name on high
So we take up our cross, there’s a reason to die….

MercyMe – There’s a reason

Tapi aku percaya aku ada untuk maksud yang baik…
Dan aku ada bukan karena sebuah kebetulan…

meretas pagi buta…

pagi
3:30 AM

Jangan tanya mengapa aku tiba-tiba saja terbangun dari tidurku…
Dan jangan tanya pula mengapa aku ingin menulis di tengah pagi buta ini…
Aku tak tahu jawabannya…

Menjadi orang terbuka dan peduli itu sulit…
Apalagi bagi aku yang self-centered, cuek, dingin, dan ‘autis’ semenjak kelas 2 smu. Aku orang yang terlalu pandai menyimpan perasaan dan emosi, sehingga dengan gampangnya memasang topeng es, memasang mimik wajah datar, seakan-akan tidak pernah merasa kan apapun, memasang jarak dengan orang lain, dan tidak pernah ambil peduli dengan urusan orang lain, asyik dengan dunianya sendiri. Kau tahu akhir dari semua ini, hanya kesepian dan kehampaan jiwa…

Menjadi orang bijaksana dan rendah hati itu sulit…
Apalagi bagi aku yang selalu terjebak dalam ego yang tinggi, perasaan selalu benar, dan idealisme diri yang ‘aneh’…

Mencintai seseorang itu sulit…
Apalagi bagi aku yang pernah membuang rasa ini jauh-jauh, berusaha untuk tidak pernah ambil peduli dengan rasa ini, dan setiap rasa ini muncul aku berusaha membunuhnya. Kau tahu mengapa aku begini? Mungkin aku masih membawa luka masa lalu, suatu ketakutan untuk menyakiti orang yang kita cintai. Sehingga setiap rasa ini muncul bagi seseorang, aku pasti menjaga jarak dari orang tersebut, terlalu takut untuk melukai nya nanti. Kau tahu akhir dari ini semua? Hanya perasaan terluka yang semakin dalam dan semakin membekas di hati karena perasaan cinta itu tak pernah tersampaikan…

Menjadi orang percaya itu sulit…
Terlebih bagi aku yang selalu mempertanyakan dan meragukan segala sesuatu, orang yang tidak pernah mempercayai sebuah ‘konsep’, sebelum membukti kan ‘konsep’ tersebut benar…

Kau tahu mengapa aku seperti itu?
Mungkin aku hanya lari dan menghindar dari semua yang pernah ku lihat dan alami…

Nobody knows the troubles I see, nobody knows my Sorrow…

Hei, tapi aku berusaha berubah…
Kau tahu, akhir-akhir ini aku merasa seperti di persiapkan untuk sesuatu di masa depan…
Pertanyaan-pertanyaan masa lalu yang selalu menghantui kemana pun aku pergi di masa ini, satu-satu secara aneh terjawab, meskipun jawabannya tidak seperti yang ku harapkan, tapi aku bisa menerimanya..
Aku merasa seperti besi yang sedang di tempa….
Dan aku tak tahu akan terbentuk seperti apa aku nanti…
Yang ku lakukan hanya percaya semuanya berakhir bahagia…

Tulisan Sebelumnya »