10.30 – Di Kampus
Entah mengapa hari ini aku ingin menyendiri. Mungkin sudah terlalu lama aku tidak melakukan kebiasaan ini
, sesekali boleh lah merenung dan mencoba untuk menghayati kesendirian.
Dengan bersenjata kan laptop aku pergi ke kampus, sekedar mengisi waktu kesendirian dengan surfing di dunia maya, tentu saja dengan status offline, hari ini aku sedang tidak ingin di ganggu, dan hari ini kuliah ku kosong. Aku sengaja memilih hotspot lantai dua kampus, karena biasanya tempat ini lah yang paling sepi dan sangat cocok untuk menyendiri.
Tiba di lantai dua, aku langsung duduk dekat kursi yang berada di depan tangga, ku nyalakan laptop dan siap melakukan browsing, ku lihat sebelah kanan-kiri ku, benar-benar sepi, hanya ada satu orang cewek yang tidak ku kenal sedang asyik browsing sendiri. Berusaha untuk tidak membuka situs pertemanan macam FB atau forum, dan mengaktifkan YM dengan status busy hanya untuk sementara. Situs pertama yang ku buka adalah situs renungan harian
) ,entah mengapa aku ingin membuka situs ini, mungkin saja dari sana bisa ku temukan suatu pencerahan atau masukan bagi diri ini yang sedang berusaha untuk berubah.
Dari tangga lantai tiga, tiba-tiba turun dosen B dengan tergesa-gesa. Ku lihat wajah nya sekilas, tiba-tiba nich dosen tersenyum, “ha, aneh ini..” pikir ku, kq bisa-bisanya dosen ini senyum ke aku, kenal dekat juga nggak, emang ada yang aneh dengan diri ku hari ini, hati ku bertanya-tanya, ku balas aja senyum nya sekilas.
Tiba-tiba datang seorang teman satu angkatan menyapa, dengan nafas sedikit memburu dan tangan membawa sebuah plastik besar yang berisi skripsi siap jilid. Wah, ternyata dia udah mau maju pendadaran minggu ini.
Sedikit percakapan basa-basi, dan pertanyaan “ngeliat dosen A nggak?”, aku jawab aja “nggak liat tuch dari tadi”. Ia pun berlalu, naik ke lantai 3 untuk mencari dosen A.
Aku kembali membaca renungan di layar monitor, sekali lagi datang teman satu angkatan, kali ini dengan membawa sejenis map besar di tangan, dengan terburu-buru menyapa dan langsung menanyakan “Liat dosen B nggak?”, wah ini orang, pasti mau minta tanda tangan dosen
, aku bilang aja “tadi ada lewat, kynya keluar dech..liat aja di kantornya, siapa tahu udah balik..”. Sekali lagi satu orang berlalu.
Belum berapa lama, datang lagi satu cewek nggak di kenal, pertama lalu-lalang di depan ku, dalam hatiku “ngapain nich cewek lalu-lalang ky pragawati nggak jelas..”.
Tiba-tiba nich cewek nanya ke aku “Ini lantai 2 kampus 3 kan?”, aku jawab “iya, ini lantai 2 kampus 3″.
Si cewek yang tadi nya berdiri, langsung duduk di kursi kosong yang berada di samping ku, langsung nanya lagi “kenal dengan si c nggak? anak informatika..”.
Sial, pikir ku, kq aku ky petugas aja, di tanyain orang terus dari tadi.
“maaf mbak, si c angkatan berapa ya?” tanya ku balik.
“angkatan 2004″ jawabnya.
“oh, si c yang tinggi, rambut nya agak panjang di bagian belakang itu ya…tadi ada lewat sini ama temannya..duduk di pojokkan sana…habis tu pergi, nggak jelas kemana..” jawab ku.
Si cewek langsung nelpon si c, tapi kynya nggak nyambung.
“Ngomong2 mas nya angkatan berapa ya?” tanya si cewek tiba-tiba, membuat ku mengalihkan perhatian dari bacaan ku.
“oh, 2004″ jawab ku seadanya.
“udah mau maju pendadaran mas?” tanyanya lagi.
“he..he..ngambil skripsi aja belum, kynya masih lama lagi” jawab ku dengan muka polos
, sialan, pikirku, nich cewek ngasih pertanyaan yang menyinggung, pasti nich cewek nanya ky gitu gara2 aku pake kaos oblong ama sandal ke kampus, bukannya baju berkerah dan sepatu buat kuliah.
si cewek kembali mencoba nelpon si c, lalu berujar “he..he..he si c marah-marah gara2 aku telat, dia katanya lagi nunggu di depan lobby ekonomi, ya udah, mari mas..”.
“iya, mari” jawab ku masih dengan muka polos.
sekitar 15 menit kemudian keadaan kembali sepi, cewek tak di kenal di seberang sana masih saja asyik sendiri dengan laptopnya. Aku kembali asyik membaca renungan harian di layar monitor yang sengaja ku redupkan, untuk mengurangi dampak buruk buat mata ini yang tiap harinya menatap monitor komputer.
Tiba-tiba datang tiga orang yang langsung duduk di kursi yang di tinggal kan cewek “pragawati” tadi. Wah, dalam hati ku “nggak seru nich”, 3 orang di sampingan ku langsung ngobrol nggak jelas dengan suara yang menganggu kesendirian ku.
Kemudian datang dua teman satu angkatan datang dan langsung duduk satu bangku dengan ku.
“wah, nambah nggak seru nich..” pikirku.
Teman nya yang satu langsung mengeluarkan laptop, dan tepat seperti yang sudah ku duga
sebelumnya, nich orang ternyata buka FB.
Satu orang lagi yang ngambil matakuliah yang sama dengan ku SP ini, langsung basa-basi karena nggak ada kerjaan.
“kamu ngambil SD kan??” tanya nya.
“oh, iya, kenapa?” jawab ku.
“entar nyontek-nyontek ya, kalau ada yang susah..” ujarnya.
“gampang…” kata ku seadanya.
“iya, kamu kan pintar..” temannya yang lagi main FB ikut-kutan.
“pintar dari hongkong, kalau pintar udah dari kemarin-kemarin aku lulus” balas ku.
Datang lagi satu teman, kali ini angkatan satu tahun di bawah ku.
“Hotspot bawah mati nya??” tanya nya langsung.
“nggak tahu tuch” jawab ku.
“di sini hostpotnya nyala??” tanya nya lagi.
“nyala tuch” jawab ku lagi.
Dia langsung duduk, dan membuka laptopnya, siap untuk browsing.
Dan tiba-tiba saja, tempat yang tadinya sepi menjadi ramai begini. Tiga orang di kursi samping masih asyik ngobrol nggak jelas, dua orang teman di sebelah ku asyik membuka FB dan ngomong dengan bahasa daerahnya. Dan masih terus bertambah manusia di tempat ini.
Jadi ku matikan saja laptop ku, siap-siap untuk cabut.
“eh, mau kemana?” tanya teman di samping ku yang tadi buka FB.
“mau cari minum ke kantin, haus nich..duluan ya..” Jawab ku asal.
Aku pun berlalu….
Ternyata aku salah pilih tempat, seharusnya tadi aku memilih membaca di perpus saja yang selalu kosong…
13.00 – Di Jalan Kota
Aku benci dengan jalanan di kota, dimana nyawa hanya terbatas pada dua hal yaitu kecepatan dan kesabaran. Apalagi siang ini, ketika orang-orang yang baru pulang dari kantor bercampur dengan yang lainnya. Entah apa yang mereka kejar, sehingga mereka begitu tergesa-gesa memacu kendaraannya.
Apakah untuk menghindari teriknya matahari siang ini? entah lah, aku tak pernah tahu…
Dulu aku punya kebiasaan aneh, tiap malam ketika rasa sepi dan kesendirian menyapa, aku selalu memacu motor ini di jalanan, tanpa tujuan, sekedar menghilangkan rasa jenuh dan mengalihkan perhatian dari pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi kepala ini.
Biasanya aku keluar sekitar jam 22.00 – 24.00, memang aneh kan, memacu motor di jalanan tanpa tujuan yang jelas, tapi setidak nya sekitar jam segitu jalanan lumayan sepi.
Kebiasaan aneh ini sudah lama tidak ku lakukan, sekitar 1 tahun lebih. Tapi siang ini, ku lakukan lagi
, berkeliling di jalanan tanpa tujuan yang jelas. Bedanya hanya sekarang aku berkeliling di siang hari, sedangkan dulu malam hari.
14.10 – Di Sudut Kamar
Aku beruntung, saat ini hanya ada satu suara di kepala ini yang selalu berkata untuk menunggu dan bersabar, entah mengapa demikian, aku tak pernah tahu..
Aku tidur saja…..


