Malam ini, menjadi malam yang biasa, di mana aku di kamar ini sedang chat seperti biasanya dengan teman-teman yang selama ini selalu sharing cerita dan masalah, sambil mendengarkan melody piano “sadness and sorrow”. Sedangkan di ujung sana, email-email mengalir bagai spam ke mailbox ku, para penggosip jaman SMP sedang sibuk memperbincangkan kesempatan kerja jadi PNS dan pembicaraan aneh lainnya di salah satu jejaringan sosial, tumben jam 23.30 mereka masih online.
Di samping ku sekarang ada dua buah buku, yang pertama berjudul “The Purpose Driven Life” dan yang kedua sebuah buku saku kecil karangan John C. Maxwell, entah bagaimana buku-buku ini bisa sampai ada di tangan ku, memang tadi sore aku ada jalan-jalan ke toko buku seorang diri, hanya sekedar menghilangkan rasa jenuh. Dan seperti biasanya jika aku ke toko buku, pasti nya akan selalu membawa pulang sebuah buku, tidak peduli sisa uang bulanan di dompet
. Khususnya untuk buku “The Purpose Driven Life”, entah mengapa seperti ada dorongan khusus untuk membeli buku ini, memang aku pernah membaca referensi buku ini di salah satu forum, tapi itu cuma sekilas saja. Mungkin ada sesuatu yang menarik di dalam buku ini..
Kamu tahu, aku tiba-tiba sangat merindukannya. Tapi aku juga merasa takut, segan, dan ragu-ragu untuk menghubunginya lagi. Aku takut mendengar kabar atau pengakuan yang tidak ingin ku dengar, aku takut akan penolakan yang nantinya ku terima, apalagi melihat respon yang selama ini ku terima. Kamu bisa sebut aku pengecut,“I’m a man, but I have fear too”.
Mail notification dari para penggosip masih saja terus berlanjut, nanti saja aku menghapus nya dari mailbox, besok pagi aku harus menemani kakak ku mengirim paket barang yang akan di kirim ke Kalimantan.
Seorang pria ingin cepat tertidur malam ini….
Mencoba menghilangkan keraguan dan ketakutannya….
Berharap hari esok lebih indah…


