
loneliness
Kemarin baru saja mengisi quiz di salah satu jejaringan sosial, bukan apa-apa hanya sekedar iseng mengisi rasa bosan yang terus mengelilingi hidup ku akhir-akhir ini. Sekedar quiz asal dengan pertanyaan “apakah yang anda sembunyikan dari orang lain”, tahu kah hasil dari quiz asal tersebut, sebuah kata yang menyentak hati ku, sebuah kata “loneliness“.
Entah mengapa kata tersebut begitu menganggu saat itu. Kesendirian, kesepian, entah sudah berapa lama aku merasakannya, mungkin sudah bertahun-tahun. Bahkan ketika aku berada di sekitar banyak orang, di antara teman-teman, di antara mereka yang sedang bercanda atau tertawa, di sudut hati ini masih ada rasa itu, rasa kesendirian, seakan-akan ada celah di hati ini yang kosong.
Dan di tahun-tahun terakhir masa kuliah ini, entah mengapa perasaan ini begitu menekan ku. Aku merasa takut ditinggalkan sendiri, takut ketika kesendirian itu membunuh perasaan ku seperti dulu lagi.
Kesendirian lah yang mungkin menyebabkan semakin besarnya rasa sakit hati ku dulu, sehingga aku tidak ambil peduli dengan orang lain dan tidak ingin dekat dengan orang lain. Ketika aku memberikan batas lingkaran yang lebar bagi orang lain, batas yang hanya jika aku ingin mengulurkan tangan ku saja, aku bisa menyentuh orang lain. Selain itu, aku berada dalam kesendirian di dalam lingkaran yang ku ciptakan sendiri.
Kau tahu, aku sungguh menyesal telah menciptakan lingkaran itu. Mungkin banyak orang baik itu keluarga, teman, orang-orang yang mencoba untuk dekat dengan ku, merasa sakit hati karena sikap ku.
aku sungguh menyesal….
Untuk beberapa beberapa peristiwa dan beberapa orang dalam hidupku, sudah terlalu terlambat untuk memperbaiki semuanya, karena peristiwa itu mungkin hanya terjadi sekali dan orang-orang tersebut benar-benar telah pergi.
karena itu aku minta maaf….
Mungkin aku akan mengurangi intensitas ku untuk selalu online di jejaringan sosial itu, karena aku sadar selain banyak menyita waktu yang tidak perlu, juga menyita sisi hati ku untuk seseorang yang tanpa ku sadari setiap hari ku buka profile-nya walaupun aku terlalu enggan untuk menyapanya lagi, sebagiannya juga menambah rasa kesepian di hati dan perasaan di tinggalkan, aku tak tahu kenapa rasa itu ada, yang ku tahu aku benar-benar merasakannya.
Dan ketika aku menulis posting-an ini, tanpa sengaja aku menemukan artikel menarik ketika aku mencari gambar untuk tulisan ku kali ini. Seakan-akan tulisan di artikel tersebut sengaja di berikan untuk menjawab pertanyaan ku akan semua rasa kesendirian ini.
Karena itu Bapa, jangan biarkan aku jatuh lagi…
Dengarkanlah tangisan dari jiwa yang kesepian ini…
Ku istirahat kan jiwa ku yang lelah ini hanya di dalam naungan sayap Mu…


